Pesona Candi Ratu Boko di Bukit yang Penuh Kedamaian

Pesona Candi Ratu Boko di Bukit yang Penuh Kedamaian

Candi Ratu Boko adalah kompleks istana megah yang dibangun pada abad ke-8. Bangunan yang bisa dikatakan termegah di jamannya itu dibangun oleh salah satu kerabat pendiri Borobudur.

Candi
Pinterest

Istana Ratu Boko adalah sebuah bangunan megah yang dibangun pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran, salah satu keturunan Wangsa Syailendra. Istana yang awalnya bernama Abhayagiri Vihara (berarti biara di bukit yang penuh kedamaian) ini didirikan untuk tempat menyepi dan memfokuskan diri pada kehidupan spiritual. Berada di istana ini, anda bisa merasakan kedamaian sekaligus melihat pemandangan kota Yogyakarta dan Candi Prambanan dengan latar Gunung Merapi.

Di Istana Ratu Boko ditemukan juga sebuah prasasti berangka tahun 792 M yang dinamakan Prasasti Abhayagiriwihara. Isi prasasti tersebut mendasari dugaan bahwa Kraton Ratu Boko dibangun oleh Rakai Panangkaran. Prasasti Abhayagiriwihara ditulis menggunakan huruh pranagari, yang merupakan salah satu ciri prasasti Buddha.

Dalam prasasti itu disebutkan bahwa Raja Tejapurnama Panangkarana, yang diperkirakan adalah Rakai Panangkaran, telah memerintahkan pembangunan Abhayagiriwihara. Nama yang sama juga disebut-sebut dalam Prasasti Kalasan (779 M), Prasati Mantyasih (907 M), dan Prasasti Wanua Tengah III (908 M). Menurut para pakar, kata abhaya berarti tanpa hagaya atau damai, giri berarti gunung atau bukit. Dengan demikian, Abhayagiriwihara berarti biara yang dibangun di sebuah bukit yang penuh kedamaian. Pada pemerintahan Rakai Walaing Pu Kombayoni, yaitu tahun 898-908, Abhayagiri Wihara berganti nama menjadi Kraton Walaing.

Kraton Ratu Boko yang menempati lahan yang cukup luas tersebut terdiri atas beberapa kelompok bangunan. Sebagian besar di antaranya saat ini hanya berupa reruntuhan.

Pinterest

Bila masuk dari pintu gerbang istana, anda akan langsung menuju ke bagian tengah. Dua buah gapura tinggi akan menyambut anda. Gapura pertama memiliki 3 pintu sementara gapura kedua memiliki 5 pintu. Bila anda cermat, pada gapura pertama akan ditemukan tulisan ‘Panabwara’. Kata itu, berdasarkan prasasti Wanua Tengah III, dituliskan oleh Rakai Panabwara, (keturunan Rakai Panangkaran) yang mengambil alih istana. Tujuan penulisan namanya adalah untuk melegitimasi kekuasaan, memberi ‘kekuatan’ sehingga lebih agung dan memberi tanda bahwa bangunan itu adalah bangunan utama.

Sekitar 45 meter dari gapura kedua, anda akan menemui bangungan candi yang berbahan dasar batu putih sehingga disebut Candi Batu Putih. Tak jauh dari situ, akan ditemukan pula Candi Pembakaran. Candi itu berbentuk bujur sangkar (26 meter x 26 meter) dan memiliki 2 teras. Sesuai namanya, candi itu digunakan untuk pembakaran jenasah. Selain kedua candi itu, sebuah batu berumpak dan kolam akan ditemui kemudian bila anda berjalan kurang lebih 10 meter dari Candi Pembakaran.

Sumur penuh misteri akan ditemui bila berjalan ke arah tenggara dari Candi Pembakaran. Konon, sumur tersebut bernama Amerta Mantana yang berarti air suci yang diberikan mantra. Kini, airnya pun masih sering dipakai. Masyarakat setempat mengatakan, air sumur itu dapat membawa keberuntungan bagi pemakainya. Sementara orang-orang Hindu menggunakannya untuk Upacara Tawur agung sehari sebelum Nyepi. Penggunaan air dalam upacara diyakini dapat mendukung tujuannya, yaitu untuk memurnikan diri kembali serta mengembalikan bumi dan isinya pada harmoni awalnya.

Google

Meski didirikan oleh seorang Budha, istana ini memiliki unsur-unsur Hindu. Itu dapat dilihat dengan adanya Lingga dan Yoni, arca Ganesha, serta lempengan emas yang bertuliskan “Om Rudra ya namah swaha” sebagai bentuk pemujaan terhadap Dewa Rudra yang merupakan nama lain Dewa Siwa. Adanya unsur-unsur Hindu itu membuktikan adanya toleransi umat beragama yang tercermin dalam karya arsitektural. Memang, saat itu Rakai Panangkaran yang merupakan pengikut Budha hidup berdampingan dengan para pengikut Hindu.

Sedikit yang tahu bahwa istana ini adalah saksi bisu awal kejayaan di tanah Sumatera. Balaputradewa sempat melarikan diri ke istana ini sebelum ke Sumatera ketika diserang oleh Rakai Pikatan. Balaputradewa memberontak karena merasa sebagai orang nomor dua di pemerintahan Kerajaan Mataram Kuno akibat pernikahan Rakai Pikatan dengan Pramudhawardani (saudara Balaputradewa. Setelah ia kalah dan melarikan diri ke Sumatera, barulah ia menjadi raja di Kerajaan Sriwijaya.

Sebagai sebuah bangunan peninggalan, Istana Ratu Boko memiliki keunikan dibanding peninggalan lain. Jika bangunan lain umumnya berupa candi atau kuil, maka sesuai namanya istana ini menunjukkan ciri-ciri sebagai tempat tinggal. Itu ditunjukkan dari adanya bangunan berupa tiang dan atap yang terbuat dari bahan kayu, meski kini yang tertinggal hanya batur-batur dari batu saja. Telusurilah istana ini, maka anda akan mendapatkan lebih banyak lagi, salah satunya pemandangan senja yang sangat indah. Seorang turis asal Amerika Serikat mengatakan, “Inilah senja yang terindah di bumi.”

Kegiatan yang Menarik Lakukan di Candi Ratu Boko

Pinterest

1. Menikmati Indahnya Matahari Terbenam

Kegiatan yang jangan sampai untuk Anda lewatkan saat berada disini adalah menunggu matahari terbenam. Oleh karena itu, ketika sore telah tiba Anda jangan terburu buru untuk meninggalkan tempat satu ini. Pasalnya, pesona dan keindahan matahari terbenam yang ada di lokasi ini sangatlah indah.

Bahkan bisa dikatakan pemandangan matahari terbenam yang ada di tempat wisata ini lebih bagus dibandingkan dengan yang ada di pantai. Sehingga, banyak sekali wisatawan asing maupun domestik yang rela untuk menunggu fajar hingga tenggelam. Sebab, panorama yang akan Anda dapatkan akan membuat berdecak kagum.

Bagaimana tidak, semburat warna oranye yang ada di langit berada tepat di tengah pintu gerbang Candi Ratu Boko. Ketika berpadu dengan warna langit yang lambat laun menjadi gelap tentu saja akan menimbulkan pemandangan yang apik. Untuk itu Anda harus meluangkan waktu untuk mengunjungi tempat satu ini.

Namun, bisa dikatakan jika melihat matahari terbenam yang ada di sini merupakan salah satu keberuntungan. Sebab, tak jarang kabut dan awan yang akan menjadi pemandangan ketika sore hari telah tiba. Akan tetapi, Anda tak perlu berkecil hati. Hal ini dikarenakan baik berkabut atau tidak keduanya memiliki panorama yang sama sama indahnya.

2. Belajar Mengenai Sejarah

Hal lain yang bisa Anda lakukan ketika berada disini adalah belajar sejarah. Apabila Anda ingin mengetahui lebih jauh mengenai apa saja atau bagaimana asal usul dari munculnya candi ini, maka sebaiknya Anda bisa menyewa tour guide. Hal ini dikarenakan dengan adanya tour guide tersebut akan membuat Anda semakin paham dengan seluk beluk candi ini.

Ditambah lagi, dengan menyewa tour guide selain sebagai penerjemah bagi orang asing dan menjelaskan sejarah dari candi ini, maka keberadaannya memiliki fungsi yang lain. Diantaranya dapat menjadi orang yang bisa Anda minta tolong untuk mengambil foto yang bagus saat berada di sekitar candi ini. Sehingga Anda pun bisa mengabadikan momen tersebut.

3. Berfoto Dengan Spot yang Mempesona

Bagi Anda yang suka berfoto atau tertarik pada dunia fotografi, maka mengunjungi Candi Ratu Boko dapat menjadi salah satu hal menarik yang wajib Anda lakukan ketika sedang berada di Jogja. Hal tersebut dikarenakan situs ini memiliki banyak sekali spot spot foto keren dan tentunya sangat instagramable.

Pertama, Anda bisa berfoto di area sekitaran candi yang tentu saja sangat vintage. Tak hanya itu saja, Anda juga bisa untuk berfoto ketika matahari terbenam tiba. Pasalnya, view dan panorama dari sunset tersebut akan sangat apik jika Anda jadikan sebagai foto siluet. Oleh karena itu, saat kesini sebaiknya Anda membawa kamera agar bisa mengambil foto yang keren.

Belajar sejarah tak sepenuhnya membosankan. Hal ini terbukti ketika Anda mengunjungi candi Ratu Boko. Bangunan yang masih cukup kokoh dan berdiri tegak, ditambah dengan pemandangan dan panorama yang memukau akan menjadi salah satu hal yang bisa Anda dapatkan ketika berada disini.

Baca juga : Sumur Neraka Yaman & 5 Temuan di Dalamnya

One thought on “Pesona Candi Ratu Boko di Bukit yang Penuh Kedamaian

Tinggalkan Balasan