Mengenal Logistik dan Incoterms 2020

Mengenal Logistik dan Incoterms 2020

Dilansir dari WikipediaLogistik merupakan seni dan ilmu, barang, energi, informasi, dan sumber daya lainnya, seperti produk, jasa, dan manusia, dari sumber produksi ke pasar dengan tujuan mengoptimalkan penggunaan modal.

Manufaktur dan marketing akan sulit dilakukan tanpa dukungan logistik. Logistik juga mencakup integrasi informasi, transportasiinventoripergudanganreverse logistics dan pemaketan.

Berdasarkan pengertian di atas, maka misi logistik adalah “mendapatkan barang yang tepat, pada waktu yang tepat, dengan jumlah yang tepat, kondisi yang tepat, dengan biaya yang terjangkau, dengan tetap memberikan kontribusi profit bagi penyedia jasa logistik”

Karenanya, logistik selalu berkutat dalam menemukan keseimbangan untuk 2 hal yang amatlah sulit untuk disinergikan, yaitu menekan biaya serendah-rendahnya tetapi tetap menjaga tingkat kualitas jasa dan kepuasan konsumen. Dalam dunia bisnis yang selalu berubah, manajemen logistik yang baik merupakan sebuah kewajiban.

Asal-Usul

Kata logistik berasal dari bahasa Yunani logis (λόγος) yang berarti “rasio, kata, kalkulasi, alasan, pembicaraan, orasi”. Kata logistik memiliki asal kata dari Bahasa Prancis loger yaitu untuk menginapkan atau menyediakan. Kegunaan asalnya untuk menjelaskan ilmu dari pergerakan, suplai & perawatan dari pasukan militer di lapangan. Nantinya digunakan untuk mendeskripsikan manajemen arus barang di sebuah organisasi, dari barang mentah menjadi barang jadi.

Logistik adalah konsep yang dianggap berevolusi dari kebutuhan pihak militer untuk memenuhi persediaan mereka ketika mereka beranjak ke medan perang dari markas. Pada kekaisaran YunaniRomawi dan Bizantium kuno, ada perwira militer dengan gelar ‘Logistikas’, yang bertanggung jawab atas distribusi dan pendanaan persediaan perang.

Oxford English Dictionary mendeskripsikan logistik sebagai “the branch of military science relating to procuring, maintaining and transporting materiel, personnel and facilities.” Definisi lainya adalah “the time-related positioning of resources.” Maka dari itu, logistik biasanya dilihat sebagai cabang umum dari ilmu teknik yang membuat “sistem manusia” bukan “sistem mesin”.

Tujuan Logistik

Kegiatan logistik dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu. Tujuan dari tugas logistik adalah untuk mendapatkan barang, waktu, jumlah pada kondisi yang tepat dengan biaya yang terjangkau, namun tetap mampu memberikan keuntungan bagi penyedia jasa logistik.

Aktivitas logistik dilakukan untuk menyediakan suatu barang yang dibutuhkan pada waktu dan tempat yang tepat. Dalam hal ini, perusahaan harus melakukan serangkaian kegiatan seperti proses pengadaan barang, produksi hingga distribusi. 

Secara umum, kegiatan logistik memiliki  tujuan, yaitu:

Tujuan Operasional

Tujuan operasional adalah menyediakan barang yang harus cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam beberapa hari kedepan. 

Tujuan Keuangan

Tujuan keuangan dari kegiatan logistik adalah untuk mendapatkan keuntungan semaksimal mungkin dan menekan kerugian seminimal mungkin. Logistik biasanya menawarkan pengiriman barang yang lebih terjangkau dari jenis pengiriman lainnya.

Tujuan Keamanan

Tujuan keamanan dari kebutuhan logistik adalah memastikan bahwa barang yang akan dikirim bisa aman hingga sampai ke tangan penerima. Biasanya perusahaan logistik memiliki standar keamanan tersendiri untuk memastikan barang yang dikirim tidak akan rusak.

Manfaat Logistik

Logistik juga bisa memberikan banyak manfaat dalam proses penyediaan barang. Apa saja manfaatnya?

1. Merencanakan Pemenuhan Kebutuhan

Logistik bermanfaat untuk merencanakan pemenuhan kebutuhan. Hal ini karena kegiatan logistik memiliki jadwal dan pengaturan yang tepat sehingga bisa memastikan bahwa kebutuhan akan bisa terpenuhi setiap hari.khususnya untuk pengiriman barang kebutuhan pokok.

2. Sebagai Tempat Penyimpanan

Logistik juga bisa dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan. Idealnya logistik memiliki gudang tersendiri yang telah memiliki jadwal teratur untuk setiap barang yang masuk maupun keluar.

3. Memelihara Kualitas Barang

Manfaat logistik selanjutnya adalah untuk memelihara kualitas barang yang akan dikirim. Hal ini karena barang yang tersimpan di gudang logistik akan dicek secara berkala untuk memastikan kualitas barang tetap bagus. Hal ini juga mengurangi risiko barang mengalami cacat atau rusak saat diterima oleh pelanggan.

4. Manajemen Anggaran

Satu lagi manfaat dari adanya aktivitas logistik adalah untuk mempermudah dalam proses manajemen anggaran. Hal ini karena semua barang yang masuk maupun keluar dari gudang logistik akan dicatat dengan rinci sehingga proses pengiriman barang bisa lebih maksimal, cepat dan terjangkau.

Logistik adalah hal yang sangat penting dalam bisnis pengiriman barang. Melalui logistik, Anda bisa merencanakan, melaksanakan dan mengatur stock hingga pengiriman barang dengan lebih baik sehingga menjamin proses distribusi akan berjalan lebih baik dan lancar.

Incoterms 2020

Istilah incoterms mungkin terdengar asing. Namun, istilah ini cukup familiar bagi orang-orang yang sering berurusan dengan aktivitas ekspor dan impor. Incoterms sendiri, merupakan singkatan dari international commercial terms.

Istilah ini, merupakan terminologi yang digunakan pelaku perdagangan internasional ketika mengirim barang dalam transaksi atau kontrak.

Incoterms berisi semua tugas, risiko dan biaya bersangkutan selama transaksi penjualan dan pembelian barang berskala internasional.

Pengertian Incoterms Di beberapa faktur komersial, incoterms menjadi persyaratan utama yang berfungsi untuk mengurangi risiko kesalahpahaman yang merugikan.

Incoterms adalah istilah komersial resmi yang diterbitkan oleh International Chamber of Commerce (ICC). Ini merupakan badan yang diterima secara global, untuk menentukan tanggung jawab pembeli dan penjual terkait pengiriman barang berdasarkan kontrak penjualan dalam perdagangan internasional.

Incoterms sesuai dengan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Kontrak untuk Penjualan Barang Internasional atau U.N. Convention on Contracts for the International Sales of Goods. Incoterms dikenal dan diterapkan oleh semua negara perdagangan utama.

Tujuan Incoterms dibuat untuk meminimalisir berbagai bentuk kesalahpahaman yang sering terjadi antara penjual dan pembeli. Pasalnya, perdagangan internasional akan melibatkan berbagai penjual dan pembeli yang datang dari berbagai negara dengan bahasa yang berbeda-beda.

Sehingga, secara umum tujuan incoterms adalah sebagai berikut:

  • Mengatur hak dan kewajiban yang menjadi tanggungan eksportir dan importir yang melakukan transaksi perdagangan internasional.
  • Memberikan pilihan syarat pengiriman bagi importir dan eksportir.
  • Dapat mengurangi salah tafsir dan kesalahpahaman tanggung jawab yang terjadi antara eksportir dan importir.
  • Selain itu, istilah-istilah yang terdapat dalam incoterms juga akan berdampak pada buku-buku bisnis. Dengan menggunakan istilah dalam incoterms, laporan akan lebih mudah dibaca dan dipahami.

Jenis-jenis Incoterms Saat ini terdapat 10 jenis incoterms yang digunakan dalam transaksi perdagangan internasional. Kesepuluh jenis incoterms tersebut adalah sebagai berikut.

1. Ex Works (EXW)

Jika dalam kontrak terdapat keterangan EXW, maka pembeli akan menanggung semua biaya asuransi, transportasi, dan risiko yang mungkin terjadi saat barang diantar. Biaya yang ditanggung oleh pembeli ini termasuk biaya pengantaran dari gudang penjual hingga tempat pembeli.

Namun, biaya loading bisa dibebankan kepada penjual dengan menyertakan keterangan “EXW – pemindahan barang dari gudang pembeli ke truk, risiko dan biaya ditanggung oleh penjual”.

2. Free on Board (FOB)

FOB merupakan istilah incoterms yang digunakan untuk pengiriman barang via laut. FOB berarti penjual bertanggung jawab untuk mengantarkan barang hingga pelabuhan sesuai dengan kontrak yang berlaku. Penjual juga bertanggung jawab dalam proses ekspor sesuai dengan negaranya.

3. Free Carrier (FCA)

FCA merupakan incoterms yang banyak digunakan untuk segala jenis transportasi, mulai dari darat, laut, dan udara maupun transportasi multimoda. Penyerahan dengan FCA dilakukan di tempat pengangkutan.

Pada saat penyerahan terjadi peralihan risiko dari penjual kepada pembeli. Pembiayaan pengiriman dan risiko barang ditanggung oleh pembeli.

4. Carrier Insurance Paid to (CIP)

Dalam istilah CIP, penjual wajib membayar asuransi kargo dari risiko kerusakan dan kehilangan barang saat diantar. CIP juga mewajibkan pembeli untuk melakukan export clearance.

5. Carrier Insurance Freight (CIF)

Dalam CIF, penjual wajib bekerjasama dan membayar asuransi. Asuransi yang digunakan, juga harus menjangkau area risiko, dan durasi perjalanan seperti yang disebutkan dalam kontrak penjualan, serta menyediakan polis atau sertifikat asuransi bersamaan dengan dokumen lain yg diserahkan.

6. Cost Freight (CFR)

CFR merupakan ketentuan yang digunakan untuk pengiriman melalui jalur laut. Penyerahan barang dengan CFR dilakukan di atas kapal, namun biaya angkut sebelumnya sudah dibayar penjual sampai pelabuhan tujuan.

7. Carriage Paid to (CPT)

CPT merupakan istilah incoterms yang digunakan untuk segala jenis model transportasi. CPT merupakan risiko kehilangan ditanggung oleh penjual hingga barang sampai ke carrier.

8. Delivered at Place (DAP)

DAP merupakan ketentuan yang berfokus pada tanggung jawab penjual untuk mengatur proses pengantaran barang hingga tempat yang telah disepakati. Setelah selesai proses import clearance, penjual wajib mengantar barang hingga tempat yang telah ditentukan sebelumnya.

9. Delivered at Place Unloaded (DPU)

DPU merupakan ketentuan baru yang tercantum dalam Incoterms 2020. Ketentuan ini menggantikan ketentuan delivered at terminal (DAT). Dalam DPU, penjual menanggung biaya dan risiko yang timbul di tempat asal, pengepakan, pemuatan, izin ekspor, pengangkutan, pembongkaran di tempat tujuan dan pengiriman di tempat yang disepakati. Selain itu, pembeli bertanggung jawab atas prosedur izin impor. Incoterm DPU ini meningkatkan pilihan pengiriman. Sebab, DAT hanya menyatakan bahwa pengiriman harus dilakukan di terminal. Sementara, dengan DPU pengiriman dapat dilakukan di tempat yang disepakati selain terminal.

10. Delivery Duty Place (DDP)

Incoterms DDP fokus pada tanggung jawab penjual, mulai dari import clearance, pembayaran biaya masuk, hingga pajak. DDP dapat digunakan pada segala jenis moda transportasi.

Itulah penjelasan lengkap tentang incoterms yang sangat berguna untuk kegiatan bisnis ekspor dan impor anda.

Baca Juga : Donald Pandiangan, Inilah si “Robin Hood” RI yang ada di Google Doodle 2022.

Penulis :

Bee

One thought on “Mengenal Logistik dan Incoterms 2020

Tinggalkan Balasan